Senin, 27 Oktober 2014

Mencari Jalan Pulang . . .



Perlahan  . .  Gelap merayap pulang
Pagipun datang menjelang
Sudah terpampang berita besar di kota
Tragedi dan tragedi lagi
Kapal tenggelam. Badai menghantam
Pesawat terbang hilang
Ya Allah . .  kini semua membuka mata
Segalanya milikmu semata
Perkasa yang sempurna
Kuasa tiada dua
Kehendakpun datang kapan saja
Ya Allah . .
Begitu banyak jalan pulang memenuhi-Mu panggilanmu .

Mungkin semua isyarat
Bagi hamba-hamba yang lupa
Ketika datang nikmat
Dimana mata dan telinga seolah berpindah tempat
Tiada lagi mendengar dan melihat

Ya Allah . . kini nama-Mu dikumandangkan keras-keras
Oleh wajah-wajah kusut penuh luka
Jiwa-jiwa kosong nan merana
Mengharap dan menghibah saat bencana menghadang
Tapi . .  engkau telah menetukan jalan pulang bagi mereka
Ya Allah, yang Maha segalanya
Bila saatnya datang hamba musti pulang
Memenuhi panggilan menuju keabadian
Menghadap-Mu Ya allah . .
Kini diantara Do’a dan air mata, hamba memohon pada-Mu
Tunjukkanlah jalan pulang yang lapang

Bila saatnya pulang . . 

Sumber : Majalah QIBLATI edisi 05 tahun II halaman 77


Sabtu, 25 Oktober 2014

Doa Khusus dari Rasulullah untuk Shalat Hajat


Dalam berbagai literatur fiqih dan buku-buku tuntunan shalat banyak ditemukan amalan dan do’a-do’a keseharian. Dari yang bersifat umum hingga do’a istimewa. Diantara do’a yang banyak ragamnya adalah do’a yang disediakan untuk shalat hajat. Akan tetapi kebanyakan penyebutan do’a-do’a itu tidak menyertakan sumber asalnya. Baik yang berasal dari ulama shalihin maupun langsung dari hadits Rasulullah saw.
Oleh karena itu sungguh ada manfaatnya apabila dalam tulisan ini diceritakan sebuah kisah tentang seorang yang tidak sempurna penglihatannya datang kepada Rasulullah saw untuk meminta do’a kesembuhan. Akan tetapi Rasulullah saw malah memerintahkannya untuk mendirikan shalat hajat lalu berdo’a yaitu:
اللهم انى اسألك واتوجه اليك بمحمد نبي الرحمة يا محمد انى قد توجهت بك الى ربى فى حاجتى هذه لتقضى. اللهم فشفعه في
Allahumma ini as’aluka wa atawajjahu ilaika bi muhammadin nabiyyir rahmah, ya Muhammadu inni qad tawajjahtu bika ila Rabbi fi hajati hazdihi litaqdhi. Allahumma fa syaffi’hu fiyya.
Artinya:
Ya allah Sesungguhnya aku bermohon kepada Engkau, dan aku menghadap kepada engkau dengan Muhammad Nabiyyir Rahmah, Wahai Muhammad sesungguhnya aku menghadap Tuhanku bersamamu dalam memohonkan hajatku ini agar dikabulkan. Ya Allah perkenankanlah dia (Muhammad saw) memberikan syafaatnya kepadaku.
Adapun keterangan lengkapnya sebagaimana ditahrijkan oleh At-Tiridzi dan Ibnu Majah hadits riwayat Utsman bin Hunaif.
إن رجلا ضرير البصري اتى النبي صلى الله عليه وسلم فقال ادع الله لي انيعافينى فقال ان شئت اخرت لك فهو خير وان شئت دعوت فقال ادعه فامره ان يتوضأ فيحسن وضوءه ويصلى ركعتين ويدعو بهذا الدعاء : اللهم انى اسألك واتوجه اليك بمحمد نبي الرحمة يا محمد انى قد توجهت بك الى ربى فى حاجتى هذه لتقضى. اللهم فشفعه في
Bahwasannya ada seorang laki-laki yang penglihatannya rusak datang kepada Rasulullah saw sambil berkata “do’akanlah kepada Allah untukku, agar disembuhkan-Nya aku ini”. Rasulullah saw balik menjawab “kalau kamu mau, aku dapat menundanya untukmu dan itu lebih baik, atau kalau kamu mau aku akan mendo’akan” maka orang itupun memohon “doakanlah untukku!” . Kemudian Rasulullah saw menyuruhnya berwudhu, maka wudhulah orang tersebut dengan baik dan shalat dua raka’at dan berdo’a dengan do’a ini “Allahumma ini as’aluka wa atawajjahu ilaika bi muhammadin nabiyyir rahmah, ya Muhammadu inni qad tawajjahtu bika ila Rabbi fi hajati hazdihi litaqdhi. Allahumma fa syaffi’hu fiyya”.
Demikianlah Rasulullah saw menganjurkan dan membolehkan seseorang bertawassul menggunakan nama beliau sebagai seorang Nabi dan Rasul, meskipun dalam shalat hajat.


Sumber : http://nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,10-id,55229-lang,id-c,ubudiyah-t,Doa+Khusus+dari+Rasulullah+untuk+Shalat+Hajat-.phpx

Siapakah Pria pertama Dan wanita pertama yang masuk syurga???



Pria pertama yang masuk syurga adalah Rasululloh shollallohu alaihi wasallam
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَنَا أَكْثَرُ الْأَنْبِيَاءِ تَبَعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ يَقْرَعُ بَابَ الْجَنَّةِ

Saya adalah nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat. Dan saya adalah manusia yang pertama kali mengetuk pintu surga.” (HR. Muslim).

Dalam hadis lain, juga dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan,

آتِي بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتفْتِحُ، فَيَقُولُ الْخَازِنُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ: مُحَمَّدٌ، فَيَقُولُ: بِكَ أُمِرْتُ لَا أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ

Aku mendatangi pintu surga pada hari kiamat. Kemudian aku meminta agar dibukakan. Lalu penjaga pintu surga bertanya, ”Siapa kamu
Muhammad.” jawabku.
Aku diperintahkan agar tidak membuka pintu untuk siapapun sebelum kamu.” jawab penjaga surga.” (HR.Muslim)

Dan wanita yg masuk syurga pertama kali adalah fatimah rodhiyallohu anha

«دلائل النبوة» (ج1 ص13):
عن أبي هريرة -رضي الله عنه- عن رسول الله -صلى الله عليه وعلى آله وسلم- قال: «أنا أول من يدخل الجنة ولا فخر، وأنا أول شافع وأول مشفع، وأنا بيدي لواء الحمد يوم القيامة ولا فخر، وأنا سيد ولد آدم يوم القيامة ولا فخر، وأول شخص يدخل علي الجنة فاطمة بنت محمد -صلى الله عليه وعلى آله وسلم-، ومثلها في هذه الأمة مثل مريم في بني إسرائيل».

ta'bir tambahan ttg wanita yg pertama kali masuk syurga

كنز العمال في سنن الأقوال والأفعال (12/207)
34234 - أول شخص يدخل الجنة فاطمة بنت محمد ومثلها في هذه الأمة مثل مريم في بني إسرائيل
( أبو الحسن أحمد بن ميمون في كتاب فضائل علي والرافعي عن بدل بن المحبر عن عبد السلام ابن عجلان عن أبي يزيد المدني )


Sumber : http://www.piss-ktb.com/2014/10/3590-laki-laki-dan-wanita-pertama-yang.html

Jumat, 24 Oktober 2014

Mempercayai Dukun , Sholatnya tidak di terima 40 Hari

Mendatangi dukun dan bertanya kpdnya maka sholatnya tdk diterima dalam 40 hari

Referensi

- kitab syarah nawawi ala muslim

عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

Dari sebagian istri-istri Nabi shollallohu alaihi wasallam Nabi bersabda ," Barangsiapa mendatangi ‘arraf, lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu maka tidak akan diterima darinya shalat 40 hari.

penjelasan imam nawawi 'arraf adalah termasuk salah satu dari bermacam2 perdukunan.menurut al khitoby yg dinamakan 'arraf adalah orang yg mengetahui keberadaan barang yg dicuri, barang yg hilang dan semisalnya.

Adapun tdk diterimanya sholat maksudnya adalah tdk mendapatkan pahalanya sholat walaupun sholatnya sdh mencukupi utk menggugurkan kewajibannya serta tdk berkewajiban utk mengulangi sholat.

wallohu a'lam.

قَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ) أَمَّا الْعَرَّافُ فَقَدْ سَبَقَ بَيَانُهُ ، وَأَنَّهُ مِنْ جُمْلَةِ أَنْوَاعِ الْكُهَّانِ . قَالَ الْخَطَّابِيُّ وَغَيْرُهُ : الْعَرَّافُ هُوَ الَّذِي يَتَعَاطَى مَعْرِفَةَ مَكَانِ الْمَسْرُوقِ ، وَمَكَانَ الضَّالَّةِ ، وَنَحْوِهِمَا .

وَأَمَّا عَدَمُ قَبُولِ صَلَاتِهِ فَمَعْنَاهُ أَنَّهُ لَا ثَوَابَ لَهُ فِيهَا وَإِنْ كَانَتْ مُجْزِئَةً فِي سُقُوطِ الْفَرْضِ عَنْهُ ، وَلَا يَحْتَاجُ مَعَهَا إِلَى إِعَادَةٍ ، وَنَظِيرُ هَذِهِ الصَّلَاةُ فِي الْأَرْضِ الْمَغْصُوبَةِ مُجْزِئَةٌ مُسْقِطَةٌ لِلْقَضَاءِ ، وَلَكِنْ لَا ثَوَابَ فِيهَا ، كَذَا قَالَهُ جُمْهُورُ أَصْحَابِنَا ، قَالُوا : فَصَلَاةُ الْفَرْضِ وَغَيْرُهَا مِنَ الْوَاجِبَاتِ ، إِذَا أُتِيَ بِهَا عَلَى وَجْهِهَا الْكَامِلِ تَرَتَّبَ عَلَيْهَا شَيْئَانِ ، سُقُوطُ الْفَرْضِ عَنْهُ ، وَحُصُولُ الثَّوَابِ . فَإِذَا أَدَّاهَا فِي أَرْضٍ مَغْصُوبَةٍ حَصَلَ الْأَوَّلُ دُونَ الثَّانِي ، وَلَا بُدَّ مِنْ هَذَا التَّأْوِيلِ فِي هَذَا الْحَدِيثِ ، فَإِنَّ الْعُلَمَاءَ مُتَّفِقُونَ عَلَى أَنَّهُ لَا يَلْزَمُ مَنْ أَتَى الْعَرَّافَ إِعَادَةُ صَلَوَاتِ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ، فَوَجَبَ تَأْوِيلُهُ . وَاللَّهُ أَعْلَمُ .

Sumber : http://www.piss-ktb.com/2014/10/3565-aqidah-mendatangi-dukun-tidak.html


Kamis, 23 Oktober 2014

Do'a mimpi Nabi Muhammad SAW, insya allah :-)

Habib Mustofa Bin Syahab
DOA MIMPI RASULALLAH
Di baca Sebelum tidur 70 kali
INSYA ALLAH MIMPI RASULALLAH
اللهم صل على روح محمد فى الارواح 
وعلى جسده فى الاجساد
وعلى قبره فى القبور ٧٠ مرة
ALLAH HUMMA SHOLLI ALA RUHI MUHAMMADIN FIL ARWAHI
WA ALA JASADIH FIL AJSAD
WA ALA QABRIHI FIL QUBUR

Sumber : https://www.facebook.com/groups/piss.ktb/

Ucapan Imam Syafi’i


Imam Syafi’i berkata kepada Rabi’ ibn Sulaiman : “ Wahai Rabi’, ridha manusia itu adalah tujuan yang tidak mungkin tercapai. Maka kamu ahrus memperhatikan kemaslahatanmu. Uruslah hal itu, karna tidaak ada jalan yang memuaskan keinginan manusia.
Ketahuilah, bahwa barang siapa yang mempelajari Al-Qur’an maka ia akan menjadi Agung di hadapan manusia.
Barang siapa mempelajari ilmu hadits maka hujjahnya akan menjadi kuat.
Barang siapa yang mempelajari nahwi ia akan di segani.
Barang siapa yang mempelajari bahasa arab maka akan lembut perangainya.
Barang siapa yang mempelajari matematiaka maka akan kuat pendapatnya.
Barang siapa yang mempelajari fiqih maka akan mulia kedudukannya.
Barang siapa yang tidak memelihara dirinya tidak akan bermanfaat ilmu yang sudah di dapatnya.

Maka kunci semua itu adalah Tawakkal

Sumber : Majalah Qiblati edisi 05 tahun II, februari 2007, halaman 27

Kamis, 16 Oktober 2014

Keistimewaan Nabi Muhammad SAW, Doa Tolak Bala’



Khawatir kebakaran, matikan lampu dan kompor saat hendak tidur. Jauhkan lilin dari benda yang muda terbakar. Cari juga tatakan porselen untuk lilin. Begitu juga pencurian. Kunci ganda dan amankan barang-barang. Jangan terlalu menonjolkan harta benda. Dan berperilaku baik untuk menghindari fitnah yang bukan-bukan.

Tetapi semua itu merupakan salah satu upaya. Kita juga perlu bentuk upaya lain untuk menghindari kebaran, pencurian, ujian yang bukan-bukan, dan cobaan hidup lainnya. Mengerjakan kewajiban agama, dan menjauhkan diri dari larangannya akan menghadirkan keberkahan tersendiri dalam menolak bala.

Ingat, jangan lupa berbakti kepada kedua orang tua dan menyayangi istri dan anak. Jangan sekalipun menzalimi orang-orang lemah yang dipinggirkan. Salah-salah murka Allah datang tiba-tiba.

Banyak-banyak sedekah dan istighfar. Keduanya memiliki faedah yang sudah teruji dalam menolak bala. Perlu juga kita terbiasa membaca syair perihal keistimewaan Nabi Muhammad SAW di bawah ini. Demikian dinyatakan Syekh M Nawawi Banten dalam Maraqil Ubudiyah ala Bidayatil Hidayah.

لَمْ يَحْتَلِمْ قَطُّ طَهَ مُطْلَقًا أَبَدًا * وَما تَثائَبَ أَصْلاً في مَدَى الزَّمَنِ

مِنْهُ الدَّوَابُّ فَلَمْ تَهْرُبْ وَمَا وَقَعَتْ * ذُبَابَةٌ أَبَدًا فِي جِسْمِهِ الحَسَنِ

بِخَلْفِهِ كَأَمَامَ رُؤْيَةٌ ثَبَتَتْ * وَلاَ يُرَى أَثَرُ بَوْلٍ مِنْه فِي عَلَنِ

وَقَلْبُه لَمْ يَنَمْ وَالعَيْنُ قَدْ نَعَسَتْ * وَلاَ يَرَى ظِلَّهُ فِي الشَّمْسِ ذُوْ فَطَنِ

كَتْفَاهُ قَدْ عَلَتَا قَوْمًا إِذَا جَلَسُوْا * عِنْدَ الوِلاَدَةِ صِفْ يَا ذَا بِمُخْتَتَنِ

هَذِى الخَصَائِصَ فَاحْفَظْهَا تَكُنْ آمِنًا * مِنْ شَرِّ نَارٍ وَسُرَاقٍ وَمِنْ مِحَنِ

Artinya, belum pernah sama sekali Rasul Thoha SAW “bermimpi basah”/selamanya Beliau tidak menguap sekalipun

Darinya binatang tidak lari dan belum pernah hinggap/seekor lalat di tubuhnya yang bagus

Sisi belakang seperti sisi depan, melihat tetap/bekas air seninya tidak terlihat meski di tempat nyata

Qalbunya tak pernah tidur di tengah mata mengantuk/tiada melihat bayangannya karena matahari oleh siapa mengawasi

Bahunya mengatasi peserta forum bila bermajelis/ketika lahir terangkanlah wahai nabi yang sudah terkhitan

Keistimewaan ini hafallah agar kau aman/dari kejahatan api kebakaran, pencurian, dan bencana lain

Sumber : http://nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,10-id,55094-lang,id-c,ubudiyah-t,Keistimewaan+Nabi+Muhammad+SAW++Doa+Tolak+Bala+++-.phpx

Belajar Ilmu Akhlaq

Dalam Kitab Ta'lim Muta'allim

(والعلم وسيلة إلى معرفة: الكبر، والتواضع، والألفة، والعفة، والأسراف، والتقتير، وغيرها)، وكذلك فى سائر الأخلاق نحو الجود، والبخل، والجبن، والجراءة. فإن الكبر، والبخل، والجبن، والإسراف حرام، ولايمكن التحرز عنها إلا بعلمها، وعلم ما يضادها، فيفترض على كل إنسان علمها.

Setiap orang islam juga wajib mengetahui/mempelajari akhlak yang terpuji dan yang tercela, seperti watak murah hati, kikir, penakut, pemberani, merendah diri, congkak, menjaga diri dari keburukan, israf (berlebihan), bakhil terlalu hemat dan sebagainya. Sifat sombong, kikir, penakut, israf hukumnya haram. Dan tidak mungkin bisa terhindar dari sifat-sifat itu tanpa mengetahui kriteria sifat-sifat tersebut serta mengetahui cara menghilangkannya. Oleh karena itu orang islam wajib mengetahuinya.

وقد صنف السيد الإمام الأجل الأستاذ الشهيد ناصر الدين أبو القاسم كتابا فى الأخلاق ونعم ما صنف، فيجب على كل مسلم حفظها.

Asy-Syahid Nasyiruddin telah menyusun kitab yang membahas tentang akhlak. Kitab tersebut sangat bermutu, dan perlu dibaca. Karena setiap orang wajib memelihara akhlaknya.

Jumat, 10 Oktober 2014

PERHATIKAN SIAPA YANG MENJADI SAHABATMU


”̮ Persahabatan , pertemanan dan pergaulan memiliki pengaruh yang sangat kuat untuk membuat seseorang menjadi baik maupun buruk . . . 
Persahabatan dan pergaulan dengan orang² shaleh dan berbudi membawa manfaat , sedangkan persahabatan dan pertemanan dengan orang² fasik dan durhaka membawa bahaya . . . 
Hanya saja manfaat persahabatan dengan orang shaleh atau bahaya pergaulan dengan pendurhaka tersebut terkadang tidak tampak secara langsung , akan tetapi secara bertahap dan setelah berlangsung lama ”̮
Baginda Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :
المرء مع جليسه
" Seseorang akan bersama teman duduknya ."
الجليس الصّالح خير من الوحدة والوحدة خير من جليس السّوء
" Teman duduk yang baik lebih utama daripada menyendiri , dan menyendiri lebih baik daripada bergaul dengan teman yang buruk ."
Binar Mutiara Hikmah dari Beliau , Syech Ibnu Athoillah :
لا تصحب من لا يُنْهضك حالُه ، ولا يدلك على الله مقالُه ؛
" Jangan bersahabat dengan orang yang perilakunya tidak membangkitkan semangat beribadahmu , ucapannya tidak mengarahkan ke jalan menuju Alloh ."
Yuk , perbanyak teman dan sahabat yang baik . . . 
InsyaAlloh semua sahabat² PISS_KTB termasuk pada golongan yang pertama { orang² shaleh dan berbudi } .
آمين يا رب العالمين
Sumber : http//https://www.facebook.com/groups/piss.ktb/


Minggu, 05 Oktober 2014

Perempuan Lebih Utama Shalat di Rumah atau Masjid?



Assalamu'alaikum ustadz. Saya ingin bertanya mengenai hukum sebenarnya tentang seorang wanita (istri) shalat di masjid? Saya pasangan suami-istri yang baru menikah, saya dengan istri kebetulan mempunyai pemahaman yang berbeda, saya ingin setiap hari bisa shalat berjamaah di masjid bersama istri, namun istri saya mempunyai pemahaman bahwa shalat wanita lebih afdhol di rumah.
Bagaimana jika seperti itu ustadz? Apa sebenarnya hukum wanita di masjid? apa pula hukum wanita pergi ke pasar/mall? Wassalamualaikum ….. Mulyadi Agung
Jawaban :
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
Bapak Mulyadi yang kami hormati. Dalam pertanyaan yang disampaikan di atas ada dua poin pembahasan. Pertama, tentang shalat berjamaah bagi wanita di masjid. Kedua, tentang wanita pergi ke pasar/mall. Dalam kesempatan ini, kami akan menjawab poin pertama terlebih dahulu yaitu shalat berjamaah bagi wanita di masjid.
Bapak Mulyadi yang baik, shalat berjamaah memang lebih utama 27 derjat dari pada shalat munfarid (sendirian). Begitulah yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits. Dalam masalah keutamaan ini tidak ada perbedaan antara yang didapatkan laki-laki dan perempuan.
Kemudian, bagaimana dengan pelaksanaannya? Apakah harus di masjid atau cukup di rumah? Dalam hal ini ulama menjelaskan, laki-laki lebih utama melaksanakan shalat fardhu berjamaah di masjid dan perempuan lebih utama melaksanakan shalat fardhu berjamaah di rumah. Penjelasan ini dapat kita lihat dalam kitab Ianatut Tholibin karya Syaikh Abu Bakr bin Muhammad Ad-Dimyathi juz 2 hal. 5 sebagai berikut ;
قوله: والجماعة في مكتوبة لذكر بمسجد أفضل-- وذلك لخبر: صلوا - أيها الناس - في بيوتكم، فإن أفضل الصلاة صلاة المرء في بيته إلا المكتوبة.…….. وخرج بالذكر المرأة، فإن الجماعة لها في البيت أفضل منها في المسجد
Artinya : (Ungkapan Syaikh Zainuddin Al-Malibari : Shalat Fardhu berjamaah di masjid lebih utama bagi laki-laki)hal tersebut berdasarkan hadits : shalatlah kalian di rumah-rumah kalian karena shalat yang paling utama adalah shalatnya seseorang di rumahnya kecuali shalat fardhu……dan di sini terdapat pengecualian bagi perempuan. Untuk perempuan shalat berjamaah lebih utama dilaksanakan di rumahnya dari pada di masjid.
Kemudian, terkait shalat berjamaah untuk suami istri, dalam kitab Hasyiyah Al-Bajuri Ala Syarhi ibn Qosim karangan syaikh Ibrahim Al-Baijuri juz 1 hal. 250 disebutkan : 
وتحصل فضيلة الجماعة بصلاته بزوجته أو نحوها بل تحصيله الجماعة لأهل بيته أفضل
Artinya: Seorang laki-laki juga mendapatkan keutamaan shalat berjamaah dengan melaksanakannya bersama istri atau keluarga yang lain, bahkan pelaksanaan shalat berjamaah bersama keluarga di rumahnya lebih utama.
Bapak Mulyadi yang budiman, perlu diingat bahwa paparan di atas terkait masalah lebih utama atau tidak, bukan masalah boleh atau tidaknya perempuan melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Jadi, perbedaan pemahaman Bapak dengan istri tentang hal tersebut tidak perlu disikapi dengan kaku. Mudah-mudahan jawaban ini memberikan pencerahan bagi Bapak dan keluarga. Semoga kita selalu mendapat taufiq dan hidayah dari Allah Ta’ala untuk melaksanakan ibadah dengan sempurna. Aaamiin…
والله أعلم بالصواب
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 Sumber : www.nu.or.id

Puasa Tarwiyah dan Arafah

.               Tarikh 8 Zulhijjah disebut juga dengan istilah Hari Tarwiyyah, dan puasa di hari tersebut disebut dengan puasa Tarwiyyah. Persoalannya mengapakah hari ke 8 Zulhijjah itu dinamakan sebagai Hari Tarwiyyah?

‘Tarwiyyah’ (تروية) berasal dari perkataan ‘Rowa-yarwi’ (روى) yang bererti menceritakan, meriwayatkan, mengisahkan, mengeluarkan, memancarkan, melewatkan, mengantarkan, mengairi dan memberi minum.

Dalam kitabnya “Al-Mughni”, Imam Ibnu Qudamah menjelaskan kenapa sebab dinamakan hari ke 8 Zulhijjah itu dengan Hari Tarwiyyah. Sekurang-kurangnya ada 2 alasan kenapa hari itu dinamakan Hari Tarwiyyah. (Al-Mughni 3/249).

Pertama: Pada hari ke 8 Zulhijjah, para jemaah haji setelah berihram, mereka menuju Mina untuk bermalam dan keesokan harinya mereka akan menuju Arafah. Ketika di Mina itu para jemaah (seperti yang dikatakan Ibnu Qudamah) mempersiapkan air sebagai bekal untuk dibawa berwukuf di Arafah. Menyiapkan air ini diistilahkan dan mempunyai asal kata yang sama dengan ‘Yatarowwauna’ (يتروون), kerana inilah hari ke 8 itu dinamakan Hari Tarwiyyah..

Kedua:.Dinamakan“Tarwiyah”(Hari berfikir) kerana di malam hari Tarwiyah itu Nabi Ibrahim as mendapatkan mimpi pertama kali dari Allah سبحانه وتعالى untuk menyembelih puteranya Nabi Ismail as. SeharianBaginda a.s. berfikir dan “tertanya-tanya” kepada dirinya apakah perintah itu datangnya dari Allah سبحانه وتعالى atau dari syaitan “Bertanya-tanya” itu juga diistilahkan dengan bahasa “Yurowwi” (يروي) dan itu sebab dinamakan hari itu sebagai Hari Tarwiyyah.
.
Dan ketika mimpi itu datang untuk kedua kalinya di malam hari Arafah, Nabi Ibrahim a.s. akhirnya meyakini bahawa ia perintah daripada Allah سبحانه وتعالىbukan dari syaitan. “Arofa”(عرف) dalam bahasa Arab bermaksud adanya pengetahuan atau mengetahui.Maka kerana itulah hari ke 9 Zulhijjah dinamakan“Hari Arafah” (عرفة) yang bermakna hari tahu atau mengerti perintah dariNya.
.
.
Berdasar dari kisah-kisah tersebutlah, ia menjadi suatu sunnah dan Umat Islam disarankan agar melakukan ibadah korban pada 10 hingga 13 Zulhijjah.

Daripada Saidatina ‘Aisyah r.a., Rasululah  bersabda:

مَاعَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أَحَبَّ إِلَى الله عَزَّ وَجَلَّ مِنْ إِهْرَاقَةِ دَمٍ. وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَشْعَارِهَا. وإِنَّ الدم لَيَقَعُ مِنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ، قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ. فَطِيبُوا بِهَا نَفْساً

“Tiada amal anak Adam yang lebih disukai Allah pada hari Aidiladha melainkan ibadat korban. Sesungguhnya binatang yang dikorbankan itu akan datang pada hari kiamat lengkap dengan segala tanduk, bulu dan kukunya. Sesungguhnya ibadat korban ini diredhai Allah sebelum darah binatang itu jatuh ke bumi. Maka hendaklah kamu berasa lapang dada dan reda akan ibadat korban yang kamu lakukan (ikhlaskanlah hati kamu ketika berkorban itu).”(Riwayat Imam at-Tirmizi, Ibnu Majah dan al-Hakim.).

والله أعلم بالصواب
Wallahu A’lam Bish Shawab
(Hanya Allah Maha Mengetahui apa yang benar)



Beberapa amalan yang dianjurkan bagi menyambut Hari Raya Korban (Hari Raya Aidiladha) adalah:-
.

SEBELUM 10 ZULHIJAH

1.       Memperbanyakkan takbir dan tahmid kepada Allah.
2.       Memperbanyakkan amalan sunat pada malam hari raya Aidiladha.
3.       Bersederhana dalam persiapan menyambut raya bagi mengelakkan pembaziran.

PAGI 10 ZULHIJAH

1.       Mandi sunat Aidiladha pada pagi harinya.
2.       Memakai pakaian baru dan bersih sebagai tanda syukur kepada Allah.
3.       Memakai haruman dan wangian yang menyenangkan.
4.       Memohon keampunan dan bermaaf-maafan sesama ahli keluarga.
5.       Sunat menjamah makan-minum selepas selesai solat Aidiladha.
6.       Menggunakan jalan berbeza sewaktu pergi dan pulang dari masjid.
7.       Lebih afdal dengan berjalan kaki jika masjid tidak terlalu jauh.
8.      Bertakbir, tahmid dan tahlil bermula dari malam 10 Zulhijjah hingga terbenam matahari pada 13 Zulhijjah (Takbir Muqayyad).
9.       Bersolat sunat hari raya dan mendengar khutbah penuh penghayatan.
10.   Ziarah menziarahi kaum keluarga, jiran tetangga, dan sahabat handai.
11.    Bersedekah kepada mereka yang memerlukan.
12.    Elakkan sambutan hari raya daripada perkara yang ditegah syarak.

2.  Banyakkan membaca doa Nabi Yunus:


لآ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنْ الظَّالِمِيْنَ

Tiada Tuhan melainkan Dikau (Allah)! Maha Suci Dikau! Sesungguhnya daku ini dari golongan orang yang aniaya.
.
Ketika ditelan oleh ikan nun, dalam kegelapan malam dan kegelapan lautan, Nabi Yunus berdoa dengan doa ini. Lalu, Allah menyelamatkannya dan ikan itu memuntahkannya.
Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah saw: “Wahai Rasulullah, adakah doa ini hanya khusus untuk Nabi Yunus atau untuk orang mukmin secara umum?”
Rasulullah menjawab dengan firman Allah bermaksud: “Dan kami selamatkannya daripada kesusahan. Begitu jugalah kami akan menyelamatkan orang mukmin.” (Surah al-Anbiyaa’, ayat 88)