Presiden keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid atau biasa
disapa Gus Dur yang wafat pada 30 Desember 2009, dikenal sebagai penggemar
fanatik sepakbola.
Menurut anak pertamanya, Alissa Qotrunnada, mendiang bahkan
memiliki satu koper berisi guntingan artikel-artikel tentang sepakbola dari
koran atau kliping.
"Kliping bapak banyak banget. Bapak punya satu koper
isinya guntingan artikel-artikel tentang bola dari koran," kata Alissa
saat menemani ibunya, Sinta Nuriyah, menghadiri pekan #BedaIsMe di Taman Ismail
Marzuki (TIM), Jakarta, semalam.
"Tetapi kopernya sudah tidak tahu kemana, mungkin
kita harus cari-cari lagi," tambahnya.
Alissa mengatakan ayahnya memang penggemar fanatik bola namun Gus Dur tidak pernah memfanatiki satu tim atau negara, melainkan gemar menganalisis permainan suatu tim.
Alissa mengatakan ayahnya memang penggemar fanatik bola namun Gus Dur tidak pernah memfanatiki satu tim atau negara, melainkan gemar menganalisis permainan suatu tim.
"Bapak bukan fanatik suatu tim, dia suka sekali
analisis. Jadi sukanya analisis misal melihat tim ini karena pelatihnya ini
maka bisa melakukan strategi ini," ujar Alissa.
Namun, karena gangguan penglihatan yang dideritanya sejak
tahun 1994, lanjut Alissa, Gus Dur hanya bisa menonton bola dengan mendengar
ucapan komentator. Sejak itulah, Alissa yang awalnya penggemar berat sepak bola
menjadi enggan menonton sepakbola lagi termasuk Piala Eropa 2012.
"Sejak penglihatan bapak sangat berkurang tahun 1994
sampai benar-benar berat tahun 1997, kalau lagi nonton sepak bola saya selalu
kepikiran bagaimana rasanya bapak ya sudah tidak bisa nonton bola lagi,"
kata Alissa yang sejak remaja sudah diajaro teknis dan analisis sepak bola oleh
Gus Dur.
Ia menambahkan, "akhirnya sekarang saya benar-benar tidak bisa nonton bola. Pasti inget bapak."
Ia menambahkan, "akhirnya sekarang saya benar-benar tidak bisa nonton bola. Pasti inget bapak."
Sumber:
bisnis.com | Senin, 11 Juni 2012 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar