1.Organisasi sebagai system
Suatu penelitian menunjukan hasil bahwa faktor-faktor
organisasi tempat para professional bekerja mempengaruhi kepribadian dan
profesi mereka.Selanjutnya dikatakan bahwa profesi dan organisasi memajukan
kepribadian dan otonomi mereka sebagai professional. Hanya dalam iklim
organisasi hangat kebebasan mimbar akan dapat berjalan dengan baik, yaitu hak
seorang professional untuk menemukan, mengajarkan, dan mempublikasikan
kebenaran sebagaimana dia lihat dalam spesialisasinya. Kehidupan seorang
professional tidak hanya tampak dalam kegiatannya yang tidak terikat dan
terjaminnya kebebasan mimbar, tetapi juga dalam kesempatan mengejar
pengetahuan/ilmu tanpa memperhitungkan popularitas.
Sifat-sifat kegiatan para professional di atas perlu
mendapat dukungan dari suasana organisasi pendidikan.Sifat kegiatan para
professional yang paling penting yang dapat dipandang sebagai modal dalam
merealisasi dan mengembangkan profesi mereka adalah usaha mengejar ilmu dan
pengetahuan lainnya secara terus-menerus tanpa mengharapkan
penghargaan/popularitas atau nafkah yang besar.
Untuk menciptakan lingkungan belajar mengajar yang sehat dan
produktif, haruslah ada kesempatan dan kemauan antara professional untuk saling
memberi informasi, ide, persepsi, dan wawasan.Mereka harus menyiapkan umpan
balik profesi secara teratur seperti halnya yang dilakukan oleh
administrator/manajer. Prinsip-prinsip kebersamaan, komunitas harus
dikembangkan dalam lembaga pendidikan dengan cara saling memberi pandangan dan
nilai baik yang positif maupun yang negatif.
Cara lain yang dapat ditempuh untuk menciptakan iklim
organisasi yang hangat ialah dengan membuat para personalia pendidikan para
pengajar khususnya sebagai masyarakat paguyuban di lembaga pendidikan. Bila
lembaga pendidikan itu terlalu besar, perguruan tinggi misalnya, maka
personalia itu dapat dibagi-bagi menjadi beberapa masyarakat paguyuban.
Penelitian Rebbeca memberi pemecahan terhadap kesulitan ini
ialah dengan cara menyeimbangkan tindakan melalui proses kerja sama. Dalam
bekerja sama otonomi individu dihargai sebab pandangan, inisiatif, dan
kreativitasnya diminta untuk disumbangkan kepada kelompok.
Pancasila menginginkan masyarakat lembaga
pendidikan hidup rukun, mempererat persatuan dan kesatuan, toleransi satu
dengan yang lain, hidup bergotong royong saling membantu, segala sesuatu
dipecahkan bersama secara musyawarah, melaksanakan kesamaan hak dan keadilan,
dan sebagainya.Ciri-ciri ini adalah menunjukan ciri masyarakat
paguyuban.Sehingga sehingga organisasi sebagai sistem cocok diterapkan di
Indonesia atau dalam manajemen madrasah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar