1.Manajemen Sebagai Seni
Selain
sebagai ilmu, manajemen juga dianggap sebagai seni. Hal ini disebabkan oleh
kepemimpinan memerlukan kharisma, stabilitas emosi, kewibawaan, kejujuran,
kemampuan menjalin hubungan antaramanusia yang semuanya itu banyak ditentukan
oleh bakat seseorang dan agak susah untuk dipelajari. Manajemen sebagai ilmu
karena manajemen bisa dipelajari seperti halnya ilmu pengetahuan.Seni karena
keragaman.Manajemen sebagai profesi karena manajemen biasa digunakan sebagai
batu pijak dan karir.
Luther Gulick
mendefinisikan manajemen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan yang berusaha
secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia berkerjasama
untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama ini lebih bermanfaat bagi
kemanusiaan.
Manajemen
bukan hanya merupakan ilmu atau seni, tetapi kombinasi dari keduanya.Kombinasi
ini tidak dalam proporsi yang tetap, tetapi dalam proporsi yang
bermacam-macam.Dengan mengandalkan manajemen sebagai seni (art), sementara seni
berhubungan dengan bakat, dan karenanya bersifat alamiah.Maka pengetahuan
terapan manajemen hanya mungkin bagi mereka yang terlahir memang berbakat.
Dengan cara pandang ini, teori manajemen hanya memberikan sejumlah prosedur
atau sebagai pengetahuan yang sulit diterapkan. Karena proses manajamen
ditentukan oleh subyektivitas atau style.
Selain
itu juga, beberapa ahli seperti Follet menganggap manajemen adalah sebuah
seni.Hal ini disebabkan oleh kepemimpinan memerlukan kharisma, stabilitas
emosi, kewibawaan, kejujuran, kemampuan menjalin hubungan antaramanusia yang
semuanya itu banyak ditentukan oleh bakat seseorang dan sulit dipelajari.
Manajemen dipraktikan berdasarkan keterampilan yang diterapkan
untuk mencapai sesuatu hasil yang diinginkan
2.
Manajemen
Sebagai Ilmu
Manajemen
sebagai ilmu (science) yang obyektif-rasional, bisa dipelajari oleh
siapapun.Bahkan para ilmuwan dengan sangat fasih menguraikan teori-teori
manajemen yang dikembangkannya. Tetapi apakah mereka mampu menerapkan dalam
lingkup organisasi terkecil, minimal di lingkungan kerjanya, itu soal lain.
Teori-teori manajemen hanya memberi sejumlah peluang, atau
kemungkinan-kemungkinan, tanpa ada kepastian keberhasilan.Teori manajemen hanya
dapat membimbing kepada prestasi dan hasil yang lebih baik.Sebagai ilmu,
manajemen dengan sangat sistematis merupakan suatu uraian menyeluruh mengenai
konsep-konsep dan langkah-langkah praktis yang siap implimentasi.
Manajemen
sebagai ilmu karena manajemen bisa dipelajari seperti halnya ilmu
pengetahuan.Seni karena keragaman.Manajemen sebagai profesi karena manajemen
biasa digunakan sebagai batu pijak dan karir.
Ilmu (science), harus
memiliki kerangka dasar keilmuan yang kokoh kuat : Badan pengetahuan secara
sistematis diciptakan melalui metode ilmiah : Mengobservasi kejadian,
menjelaskan dan memformulasi peristiwa, mengemukakan pernyataan berdasarkan
penjelasan untuk meramalkan apa yang akan terjadi dan membuktikan ramalan
berdasarkan penelitian yang sistematis dan terkendali.
3.Manajemen Sebagi Profesi
Banyak usaha
telah dilakukan untuk mengaplikasikan menajemen sebagai suatu profesi. Edgar H.
Schein telah menguraikan kriteria-kriteria untuk menentukan sesuatu sebagai
profesi yang dapat diperinci sebagai berikut:
a. Para profesional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum.
Adanya pendidikan dan program-program latihan formal menunjukkan bahwa ada
prinsip-prinsip manajemen tertentu yang dapat diandalkan.
b. Para profesional mendapatkan status tertentu, bukan karena favoritisme
atau karena suku bangsa atau agamanya dan kriteria politik atau sosial
budayanya.
c.
Para
profesional harus ditentukan oleh suatu kode etik yang kuat, dengan disiplin
untuk mereka yang menjadi kliennya.
Manajemen
telah berkembang menjadi bidang yang semakin profesional melalui perkembangan
yang menyolok program-program latihan manajemen diuniversitas maupun diberbagai
lembaga manajemen swasta, dan melalui pengembangan para eksekutif organisasi
(perusahaan).
Manajemen sebagai Profesi Mencakup
keanggotaan dari mereka yang memiliki pengetahuan khusus, diakui dan diatur
oleh kode etik.
B.
Manajemen
madrasah
Manajemen pada
Madrasah merupakan factor penting dan strategis dalam rangka kemajuan Madrasah
sebagai suatu lembaga pendidikan formal yang diharapkan dapat mencapai tujuan
institusionalnya yang memiliki sumber daya manusia (SDM) yang memadai dan
dikelolah dengan system Administrasi dan manajemen pendidikan yang sehat yakni
suatu system manajemen yang menerapkan fungsi-fungsi manajemen yaitu
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan penilaian. Madrasah
sebagai wadah untuk mencerdaskan kehidupanbangsa yang merupakan amanah Allah
dan amanah Undang-Undang Dasar 1945 melalui pendidikan madrasah sebagai lembaga
pendidikan formal yang mengaplikasikan fungsi-fungsi manajemen dalam kegiatan
pengelolaannya.
Penerapan fungsi-fungsi manajemen pada Madrasah dalam pengelolaan
pendidikan sangat tergantung pada leader dan manajemen madrasah itu, dalam hal
ini adalah kepala madrasah . Keberhasilan seorang manajer diukur berdasarkan
kemampuannya menyelenggarakan fungsi-fungsi manajemen tersebut . (Siagian
2002:44). Seorang manajer atau kepala sekolah pada hakekatnya adalah seorang
perencana, organisator, pemimpin dan seorang pengendali (Wahjosumidjo 2002:96).
Dengan demikian posisi kepala madrasah adalah selaku manajer, menjadi suatu
keharusan baginya untuk mengupayakan pelaksanaan dan aplikasi fungsi-fungsi
manajemen di madrasah sebagai lembaga formal dalam upaya mengoptimalkan
kegiatan penyelenggaraan pendidikan di madrasah. Dengan demikian kegiatan
tersebut dapat berjalan secara berprogram dan terarah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar