Selasa, 27 Mei 2014

Kedudukan Manajemen

     A.    Kedudukan Manajemen
1.Manajemen Sebagai Seni
Selain sebagai ilmu, manajemen juga dianggap sebagai seni. Hal ini disebabkan oleh kepemimpinan memerlukan kharisma, stabilitas emosi, kewibawaan, kejujuran, kemampuan menjalin hubungan antaramanusia yang semuanya itu banyak ditentukan oleh bakat seseorang dan agak susah untuk dipelajari. Manajemen sebagai ilmu karena manajemen bisa dipelajari seperti halnya ilmu pengetahuan.Seni karena keragaman.Manajemen sebagai profesi karena manajemen biasa digunakan sebagai batu pijak dan karir.
Luther Gulick mendefinisikan manajemen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia berkerjasama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama ini lebih bermanfaat bagi kemanusiaan.
Manajemen bukan hanya merupakan ilmu atau seni, tetapi kombinasi dari keduanya.Kombinasi ini tidak dalam proporsi yang tetap, tetapi dalam proporsi yang bermacam-macam.Dengan mengandalkan manajemen sebagai seni (art), sementara seni berhubungan dengan bakat, dan karenanya bersifat alamiah.Maka pengetahuan terapan manajemen hanya mungkin bagi mereka yang terlahir memang berbakat. Dengan cara pandang ini, teori manajemen hanya memberikan sejumlah prosedur atau sebagai pengetahuan yang sulit diterapkan. Karena proses manajamen ditentukan oleh subyektivitas atau style.
Selain itu juga, beberapa ahli seperti Follet menganggap manajemen adalah sebuah seni.Hal ini disebabkan oleh kepemimpinan memerlukan kharisma, stabilitas emosi, kewibawaan, kejujuran, kemampuan menjalin hubungan antaramanusia yang semuanya itu banyak ditentukan oleh bakat seseorang dan sulit dipelajari.
Manajemen dipraktikan berdasarkan keterampilan yang diterapkan untuk mencapai sesuatu hasil yang diinginkan

2.      Manajemen Sebagai Ilmu
Manajemen sebagai ilmu (science) yang obyektif-rasional, bisa dipelajari oleh siapapun.Bahkan para ilmuwan dengan sangat fasih menguraikan teori-teori manajemen yang dikembangkannya. Tetapi apakah mereka mampu menerapkan dalam lingkup organisasi terkecil, minimal di lingkungan kerjanya, itu soal lain. Teori-teori manajemen hanya memberi sejumlah peluang, atau kemungkinan-kemungkinan, tanpa ada kepastian keberhasilan.Teori manajemen hanya dapat membimbing kepada prestasi dan hasil yang lebih baik.Sebagai ilmu, manajemen dengan sangat sistematis merupakan suatu uraian menyeluruh mengenai konsep-konsep dan langkah-langkah praktis yang siap implimentasi. 
Manajemen sebagai ilmu karena manajemen bisa dipelajari seperti halnya ilmu pengetahuan.Seni karena keragaman.Manajemen sebagai profesi karena manajemen biasa digunakan sebagai batu pijak dan karir.
Ilmu (science), harus memiliki kerangka dasar keilmuan yang kokoh kuat : Badan pengetahuan secara sistematis diciptakan melalui metode ilmiah : Mengobservasi kejadian, menjelaskan dan memformulasi peristiwa, mengemukakan pernyataan berdasarkan penjelasan untuk meramalkan apa yang akan terjadi dan membuktikan ramalan berdasarkan penelitian yang sistematis dan terkendali.

3.Manajemen Sebagi Profesi
Banyak usaha telah dilakukan untuk mengaplikasikan menajemen sebagai suatu profesi. Edgar H. Schein telah menguraikan kriteria-kriteria untuk menentukan sesuatu sebagai profesi yang dapat diperinci sebagai berikut:
a.       Para profesional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum. Adanya pendidikan dan program-program latihan formal menunjukkan bahwa ada prinsip-prinsip manajemen tertentu yang dapat diandalkan.
b.      Para profesional mendapatkan status tertentu, bukan karena favoritisme atau karena suku bangsa atau agamanya dan kriteria politik atau sosial budayanya.
c.       Para profesional harus ditentukan oleh suatu kode etik yang kuat, dengan disiplin untuk mereka yang menjadi kliennya.
Manajemen telah berkembang menjadi bidang yang semakin profesional melalui perkembangan yang menyolok program-program latihan manajemen diuniversitas maupun diberbagai lembaga manajemen swasta, dan melalui pengembangan para eksekutif organisasi (perusahaan).
Manajemen sebagai Profesi Mencakup keanggotaan dari mereka yang memiliki pengetahuan khusus, diakui dan diatur oleh kode etik.
B.     Manajemen madrasah
Manajemen pada Madrasah merupakan factor penting dan strategis dalam rangka kemajuan Madrasah sebagai suatu lembaga pendidikan formal yang diharapkan dapat mencapai tujuan institusionalnya yang memiliki sumber daya manusia (SDM) yang memadai dan dikelolah dengan system Administrasi dan manajemen pendidikan yang sehat yakni suatu system manajemen yang menerapkan fungsi-fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan penilaian. Madrasah sebagai wadah untuk mencerdaskan kehidupanbangsa yang merupakan amanah Allah dan amanah Undang-Undang Dasar 1945 melalui pendidikan madrasah sebagai lembaga pendidikan formal yang mengaplikasikan fungsi-fungsi manajemen dalam kegiatan pengelolaannya.
Penerapan fungsi-fungsi manajemen pada Madrasah dalam pengelolaan pendidikan sangat tergantung pada leader dan manajemen madrasah itu, dalam hal ini adalah kepala madrasah . Keberhasilan seorang manajer diukur berdasarkan kemampuannya menyelenggarakan fungsi-fungsi manajemen tersebut . (Siagian 2002:44). Seorang manajer atau kepala sekolah pada hakekatnya adalah seorang perencana, organisator, pemimpin dan seorang pengendali (Wahjosumidjo 2002:96).
Dengan demikian posisi kepala madrasah adalah selaku manajer, menjadi suatu keharusan baginya untuk mengupayakan pelaksanaan dan aplikasi fungsi-fungsi manajemen di madrasah sebagai lembaga formal dalam upaya mengoptimalkan kegiatan penyelenggaraan pendidikan di madrasah. Dengan demikian kegiatan tersebut dapat berjalan secara berprogram dan terarah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar