Pengembangan manajer pendidikan islam
Adalah usaha untuk meningkatkan sebuah lembaga pendidikan islam dengan
cara mengembangakankompetensi manajernya, karena manajer yang mempunyai
kompetensi memadai cenderung mampu meningkatkan organisasi, sebaliknya manajer
yang kurang memiliki kompetensi cenderung membuat organisasi itu mandeg atau
mundur.
Sedangkan administrasi adalah proses yang ada dalam organisasi. Klau
proses itu makin baik menandakan organisasi makin maju, sebaliknya bila proses
itu makin jelek dan akhirnya macet
menandakan organisasi itu mundur dan akhirnya mati.
Oleh sebab itu kompetensi para manajer juga perlu dikembangkan, disamping
mengembangkan kompetensi para bawahan.Seperti diketahui dunia ini selalu
berubah yang dapat mempengaruhi organisasi pendidikan.Maka menjadi tantangan dan
tanggung jawab manajer pendidikan untuk menyongsong perubahan ini, agar lembaga
pendidikan tetap tegak berdiri dan bahkan tetap menjadi penerangan dan agen
pembaruan bagi lingkungannya.
Pengembangan manajer disekolah menengah bisa bersumber dari inisiatif
kepala sekolahnya untuk mengembangkan
diri sendiri sebagai manager. Untuk mengembangkan diri seperti ini tidak
perlu selalu menunggu saran atau
intruksi dari atasan la belajar sendiri dengan segala daya upaya, seperti
membaca buku,majalah,berkonsultsi kepada orang yang di pandang sudah ahli,
berdiskusi dengan sesama manajer, dan sebagainya. Begitu pula dengan
pengembangan manajer di perguruan tinggi dapat dimulai dari inisiatif rektornya. ia berusaha agar para ekan dn
ketua jurusan bisa belajar secara informal tentang hal-hal yang berkaitan
dengan pekerjaan manajer, di samping ia sendiri juga mempelajari.
1.
Kualitas
manajer yang diinginkan Drucker mengemukakan tugas menjer di masa depan sebagai
berikut (1975,h. 372-373) :
a. menangani organisasi berdasarkan tujuan,
b. menganbil risiko yang lebih besar dan waktu
yang lebih panjang, sebab ia memtuskan sendiri alternatif-alternatif pemecahan masalah
beserta kontrolnya,
c. dapat membuat keputusan strategi,
d. dapat membngun teori terintegasi/terpadu,
e. dapat mengkomunikasikan informas secar jelas
dan cepat,
f. Bahan dapat melihat organiasasi sebagai
keseluruhan dan mengintegrasiakan fungsi-fungsi, dan
g. dapat menghubungkan hasil kerjanya dengan
organisasi dan lingkungan serta hal-hal yang berarti sebagai bahan pengambilan
keputusan dan tindakan
Manajer diharapkan mu mengambil risiko secara lebih besar artinya ia
tidak perlu selalu bekerja atas dasar aturan dan peraturan sehingga didak
menrima risiko keliru sebab tidak pernah menyimpang dari aturan dan peraturan itu
Manajer diharpakan mau melakukan sesuatu
di luar aturan dan peraturn demi kemajuan organisasi, sebab tidak dapat
dideteksi sebelumnya. Lagi pula setiap organisasi memiliki variasi
sendiri-sendiri sesuai dengan tempat dan kondisinya Hal ini samua membutuhkan keberanian manajer untuk bertindak di luar
aturan dan peraturan demi tegak dan majunya organisasi Dengan catatan tindakan
ini senapas dengan aturan dan peraturan yang berlaku
Tindakan di atas pada umumnya lebih mengandung risiko untuk jangka waktu yang
lebih panjang sebab perubahan untuk masa waktu yang panjang lebih sukar
diramalkan daripada waktu jangkkan pendek namun dan demkian manajer pendidikan
justru diharapakan dapat meramalkan dan siap siaga menyongsong perubaha jangka
panjang.Sebab tindkan pedidikan yang menjangkau kepada masa yang panjang lebih
memberi arti dariapada tindkan-tindakan untuk jangka pendek.Mengapa
demikian?Karena manusia muda yang menjadi bahan yang digarap oleh pendidikan
dapat disiapkan oleh masa depan mereka yang lebih panjang.
Keberanian mengambil resiko karena bertindak diluar aturan dan peraturan
demi lembaga pendidikan,lebih-lebih untuk jangka panjang berkaitan dengan keputusan strategi
dan kemampuan membangun teori atau konsep yang terintegrasi. Keputusan strategi
adalah keputusan tidak terprogram, yang tidak punya aturan yang bisa di tiru
melainkan benar benar kretifitas manajer, yang merupakan suatu teori atau
konsep baru untuk menyelesaikan msalah yang tidak jelas yang sedag dihadapi
(baca Bab VIII tentang ketrampialan konsep). Jadi di sini manajer tidak hanya
sekedar mengabil risiko karena berani saja,
melainkan ia di tuntut mampu membuat konsep yang dia putuskan sebagai
strategi untuk memecahkan masalah,
misalnya menyongsong globalisasi dalam pendidikan Indonesia.
Manajer juga diharapkan dapat menilai hasil karyanya sendiri dalam
kaitannya dengan roda perjalanan lembaga pendidikan yang dia tangani dan dengan
lingkungan lembaga.hasil penilaian ini berguna baginya sebagai umpan balik
dalam mengambil keputusan dan bertindak lebih lanjut.semua dilakukan dengan
tidak terlepas dari pendidikan yang
telah diputuskan bersama yaitu membentuk manusia berkembang seutuhnya yang
berjiwa pancasila.bagaimana mempersiapkan pendidikan indonesia agar manusia
pancasila ini sukses menghadapi kehidupan pada era globalisasi.
Membangun
gaya kehidupan manajer baru yang mengandung risiko juga dikemukakan oleh Dailey
(1971,h.31) yang mengatakan bahwa :
Ø
sikap manajer perlu ditingkatkan untuk berani
mengambil resiko dengan perhitungan yang matang dan meminimalkan
gonjangan-gonjangan organisasi.
Ø
Keterampilannya perlu dikembangkan untuk menangani
perubahan.
2.
Jenis-Jenis Manajer dan Keterampilan Manajer
Jenis-jenis
atau tingkatan manajer menurut Robbins dan Coulter (1999)
adalah
:
a. Manajer lini pertama: Manajer
tingkat paling rendah. Para manajer ini sering disebut penyelia, manajer
kantor, manajer departemen.
b. Manajer menengah: Mencakup semua
tingkat manajemen antara tingkat penyelia dan tingkat puncak. Misalnya
kepala bagian, kepala biro, manajer pabrik, manajer devisi, general manajer,
dekan.
c.
Manajer puncak: Manajer yang bertanggung jawab atas
pengambilan Keputusan organisasi. Misalnya presiden direktur, CEO, COO,
presiden komisaris.
Menurut
Stoner dan Hankel (1986), ada 3 tingkat keterampilan manajer, yaitu
keterampilan teknis, keterampilan manusiawi, dan keterampilan konseptual dengan
penjelasan masing-masing sebagai berikut :
1. Keterampilan teknis: kemampuan
menggunakan alat-alat, prosedur, dan teknik suatu bidang yang khusus.
2. Keterampilan manusiawi: Kemampuan
untuk bekerja dengan orang lain.
3. Keterampilan konseptual: kemampuan
mental untuk mengkoordinasi dan memadukan semua kepentingan dan kegiatan
organisasi.
Bagi
manajer Lini pertama, bobot yang terbesar adalah keterampilan teknis diikuti
keterampilan manusiawi lalu keterampilan konseptual. Semakin ke
arah manajer puncak, bobot terbesar adalah keterampilan konseptual, diikuti
keterampilan manusiawi, dan keterampilan teknis.
Summer yang dikutip oleh massie
(1973, juga mengemukakan apa yang harus dikembangkan pada diri setiap manajer.
Ada 3 faktor yang menurut dia perlu dikembangkan. Pertama adalah faktor pengetahuan. Pengetahuan manejer perlu
ditingkatkan termasuk ilmu yang dia milki sebagai pendukung pekerjaan manajer.
Pengetahuan yang palng penting baginya adalah ide-ide konsep, dan
prisip-prinsip. Kedua sikap. Sikap
manajer pelu dikembangkan seba sikap itu merupakan sumber perilaku. Sikap yang
menurut summer mecakup kepercayaan, perasaan, keinginan dan nilai-nilai yang
postif terhadap tugas pekerjaan manajer perlu dikembangan dan ditanamkan secara
kontinyu pada setiap manajer. Faktor yang Ketiga
adalah kemampuan, yng mencakup keterampilan, seni, kebijakan, dan mempertimbangkan sebagai keterampilan konsep.
Dari beberapa pendapat dan uraian tersebut diatas dapat dikemukakan manajer yang diinginkan ialah manajer yang memliki ciri-ciri sebagai berikut :
Dari beberapa pendapat dan uraian tersebut diatas dapat dikemukakan manajer yang diinginkan ialah manajer yang memliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Memiliki dan megembangkan sikap positif
terhadap lembaga pendidikan dan pekerjaan manajer. Sikap mencakup nilai-nilai, kepercayaan/keyakinan,
penghargaan, perasaan, kemauan, dan komitmen. Termaksud kesetiaan/dedikasi
manajer terhadap lembaga pendidikan, tetap berorientasi kepada tujuan
pendidikan, siap menanggung resiko atas
tindakannya demi masa depan pendidikan dan memiliki rasa tanggung jawab
serta akuntabilitas yang tinggi.
2. Memilki mengembangkan pengetahuan
termasuk beberapa ilmu pendukung pekerjaan manajer. Ilmu dan
pengetahuan yang dimaksud ialah ilmu administrasi, psikolog, sosologi,
antropologi, ekonomi, dan politik, ditambah beberapa pengetahuan lainnya yang
relevan.
3. Memiliki dan mengembangkan keterampilan
dan konsep. Keterampilan dan konsep mencakup dan membuat perencanaan non rutin,
membentuk konsep-konsep baru, mengambil keputusan tidak terprogram, menentukan strategi,
membuat kebijakan, membuat struktur dan memberi pertimbangan. Keterampilan ini
juga mencakup juga kemampuan memandang organisasi sebagai suatu
keseluruhan/sistem dalam rangka
menyelesaikan suatu persoalan, kemampuan meningkatkan pertahanan lembaga
menyesuaikan dengan perubahan lingkungan, dan mempertahankan diri sebagai agen
pembaru dan penerang bagi lingkungannya.
4. Memiliki dan mengembangkan keterampilan
manusiawi. keterampilan ini mencangkup kemampuan mengenal motivasi bawahan.
Kemampuan memimpin, membina personalia, menciptakan iklim organisasi yang
hangat dan mengkomunikasikan informasi. Termasuk juga di dalamnya kemampuan
menggalang persatuan dan kesatuan
dikalangan personalia pendidikan. Meningkatkan kerja sama, gotong
royong, tanggung jawab, dan komitmen.
5. Memiliki dan mengembangkan keterampilan
teknik. Yang termasuk keterampilan ini ialah penguasaan terhadap berbagai
metode dan pendekatan baik untuk pekerjaan mendidik maupun untuk ketatausahaan,
kemampuan, melaksanakan kontrol,kemampuan mengambil umpan balik serta
memanfaatkanya, dan kemampuan mengukur serta menilai.n
6. Memiliki dan mengembangkan seni, yang
sangat berguna dalam menerapkan ilmu dalam bekerja. Tidak semua ilmu bisa
diterapkan secara tepat dilapangan. Setiap lapangan/tempat bekerja memiliki
situasi dan kondisi sendiri-sendiri. Agar ilmu itu dapat diterapakan secara
tepat dalam situasi/kondisi di butuhkan seni.
Itulah ciri-ciri atau karaktristik manajer
pendidikan yang baik.Karakteristik inilah yang perlu dipelajari dan dikejar oleh
setiap manajer.Karena setiap manajer pendidikan belum tentu memiliki ciri-ciri
seperti ini, maka perlu dilakukan pengembangan terhadap mereka berupa
pendidikan dan latihan.Dengan arah pengembangan tertuju pada keenam butir di
atas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar