Minggu, 25 Mei 2014

Pengembangan Manajer



 Pengembangan manajer pendidikan islam
Adalah usaha untuk meningkatkan sebuah lembaga pendidikan islam dengan cara mengembangakankompetensi manajernya, karena manajer yang mempunyai kompetensi memadai cenderung mampu meningkatkan organisasi, sebaliknya manajer yang kurang memiliki kompetensi cenderung membuat organisasi itu mandeg atau mundur.
Sedangkan administrasi adalah proses yang ada dalam organisasi. Klau proses itu makin baik menandakan organisasi makin maju, sebaliknya bila proses itu makin jelek  dan akhirnya macet menandakan organisasi itu mundur dan akhirnya mati.
Oleh sebab itu kompetensi para manajer juga perlu dikembangkan, disamping mengembangkan kompetensi para bawahan.Seperti diketahui dunia ini selalu berubah yang dapat mempengaruhi organisasi pendidikan.Maka menjadi tantangan dan tanggung jawab manajer pendidikan untuk menyongsong perubahan ini, agar lembaga pendidikan tetap tegak berdiri dan bahkan tetap menjadi penerangan dan agen pembaruan bagi lingkungannya.
Pengembangan manajer disekolah menengah bisa bersumber dari inisiatif kepala sekolahnya untuk mengembangkan  diri sendiri sebagai manager. Untuk mengembangkan diri seperti ini tidak perlu selalu menunggu  saran atau intruksi dari atasan la belajar sendiri dengan segala daya upaya, seperti membaca buku,majalah,berkonsultsi kepada orang yang di pandang sudah ahli, berdiskusi dengan sesama manajer, dan sebagainya. Begitu pula dengan pengembangan manajer di perguruan tinggi dapat dimulai dari inisiatif  rektornya. ia berusaha agar para ekan dn ketua jurusan bisa belajar secara informal tentang hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan manajer, di samping ia sendiri juga mempelajari.
1.     Kualitas manajer yang diinginkan Drucker mengemukakan tugas menjer di masa depan sebagai berikut (1975,h. 372-373) :
a.     menangani organisasi berdasarkan tujuan,
b.     menganbil risiko yang lebih besar dan waktu yang lebih panjang, sebab ia memtuskan sendiri alternatif-alternatif pemecahan masalah beserta kontrolnya,
c.    dapat membuat keputusan strategi,
d.    dapat membngun teori terintegasi/terpadu,
e.     dapat mengkomunikasikan informas secar jelas dan cepat,
f.      Bahan dapat melihat organiasasi sebagai keseluruhan dan mengintegrasiakan fungsi-fungsi, dan
g.    dapat menghubungkan hasil kerjanya dengan organisasi dan lingkungan serta hal-hal yang berarti sebagai bahan pengambilan keputusan dan tindakan
Manajer diharapkan mu mengambil risiko secara lebih besar artinya ia tidak perlu selalu bekerja atas dasar aturan dan peraturan sehingga didak menrima risiko keliru sebab tidak pernah menyimpang dari aturan dan peraturan itu Manajer  diharpakan mau melakukan sesuatu di luar aturan dan peraturn demi kemajuan organisasi, sebab tidak dapat dideteksi sebelumnya. Lagi pula setiap organisasi memiliki variasi sendiri-sendiri sesuai dengan tempat dan kondisinya Hal ini samua membutuhkan  keberanian manajer untuk bertindak di luar aturan dan peraturan demi tegak dan majunya organisasi Dengan catatan tindakan ini senapas dengan aturan dan peraturan yang berlaku
Tindakan di atas pada umumnya lebih mengandung risiko untuk jangka waktu yang lebih panjang sebab perubahan untuk masa waktu yang panjang lebih sukar diramalkan daripada waktu jangkkan pendek namun dan demkian manajer pendidikan justru diharapakan dapat meramalkan dan siap siaga menyongsong perubaha jangka panjang.Sebab tindkan pedidikan yang menjangkau kepada masa yang panjang lebih memberi arti dariapada tindkan-tindakan untuk jangka pendek.Mengapa demikian?Karena manusia muda yang menjadi bahan yang digarap oleh pendidikan dapat disiapkan oleh masa depan mereka yang lebih panjang.
Keberanian mengambil resiko karena bertindak diluar aturan dan peraturan demi lembaga pendidikan,lebih-lebih untuk jangka  panjang berkaitan dengan keputusan strategi dan kemampuan membangun teori atau konsep yang terintegrasi. Keputusan strategi adalah keputusan tidak terprogram, yang tidak punya aturan yang bisa di tiru melainkan benar benar kretifitas manajer, yang merupakan suatu teori atau konsep baru untuk menyelesaikan msalah yang tidak jelas yang sedag dihadapi (baca Bab VIII tentang ketrampialan konsep). Jadi di sini manajer tidak hanya sekedar mengabil risiko karena berani saja,  melainkan ia di tuntut mampu membuat konsep yang dia putuskan sebagai strategi  untuk memecahkan masalah, misalnya menyongsong globalisasi dalam pendidikan Indonesia.
Manajer juga diharapkan dapat menilai hasil karyanya sendiri dalam kaitannya dengan roda perjalanan lembaga pendidikan yang dia tangani dan dengan lingkungan lembaga.hasil penilaian ini berguna baginya sebagai umpan balik dalam mengambil keputusan dan bertindak lebih lanjut.semua dilakukan dengan tidak terlepas dari  pendidikan yang telah diputuskan bersama yaitu membentuk manusia berkembang seutuhnya yang berjiwa pancasila.bagaimana mempersiapkan pendidikan indonesia agar manusia pancasila ini sukses menghadapi kehidupan pada era globalisasi.
Membangun gaya kehidupan manajer baru yang mengandung risiko juga dikemukakan oleh Dailey (1971,h.31) yang mengatakan bahwa :
Ø sikap manajer perlu ditingkatkan untuk berani mengambil resiko dengan perhitungan yang matang dan meminimalkan gonjangan-gonjangan organisasi.
Ø Keterampilannya perlu dikembangkan untuk menangani perubahan.

2.    Jenis-Jenis Manajer dan Keterampilan Manajer 
Jenis-jenis atau tingkatan manajer menurut Robbins dan Coulter (1999)
adalah :
a.    Manajer lini pertama: Manajer tingkat paling rendah.  Para manajer ini sering disebut penyelia, manajer kantor, manajer departemen.
b.    Manajer menengah: Mencakup semua tingkat manajemen antara tingkat penyelia dan tingkat puncak.  Misalnya kepala bagian, kepala biro, manajer pabrik, manajer devisi, general manajer, dekan.
c.    Manajer puncak: Manajer yang bertanggung jawab atas pengambilan Keputusan organisasi.  Misalnya presiden direktur, CEO, COO, presiden komisaris.
Menurut Stoner dan Hankel (1986), ada 3 tingkat keterampilan manajer, yaitu keterampilan teknis, keterampilan manusiawi, dan keterampilan konseptual dengan penjelasan masing-masing sebagai berikut :
1.    Keterampilan teknis: kemampuan menggunakan alat-alat, prosedur, dan teknik suatu bidang yang khusus.
2.    Keterampilan manusiawi: Kemampuan untuk bekerja dengan orang lain.
3.    Keterampilan konseptual: kemampuan mental untuk mengkoordinasi dan memadukan semua kepentingan dan kegiatan organisasi.
Bagi manajer Lini pertama, bobot yang terbesar adalah keterampilan teknis diikuti keterampilan manusiawi lalu keterampilan konseptual.   Semakin ke arah manajer puncak, bobot terbesar adalah keterampilan konseptual, diikuti keterampilan manusiawi, dan keterampilan teknis.
Summer yang dikutip oleh massie (1973, juga mengemukakan apa yang harus dikembangkan pada diri setiap manajer. Ada 3 faktor yang menurut dia perlu dikembangkan. Pertama adalah faktor pengetahuan. Pengetahuan manejer perlu ditingkatkan termasuk ilmu yang dia milki sebagai pendukung pekerjaan manajer. Pengetahuan yang palng penting baginya adalah ide-ide konsep, dan prisip-prinsip. Kedua sikap. Sikap manajer pelu dikembangkan seba sikap itu merupakan sumber perilaku. Sikap yang menurut summer mecakup kepercayaan, perasaan, keinginan dan nilai-nilai yang postif terhadap tugas pekerjaan manajer perlu dikembangan dan ditanamkan secara kontinyu pada setiap manajer. Faktor yang Ketiga adalah kemampuan, yng mencakup keterampilan, seni, kebijakan,    dan mempertimbangkan sebagai keterampilan konsep.
Dari beberapa pendapat dan uraian tersebut diatas dapat dikemukakan manajer yang diinginkan ialah manajer yang memliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.    Memiliki dan megembangkan sikap positif terhadap lembaga pendidikan dan pekerjaan manajer. Sikap mencakup nilai-nilai, kepercayaan/keyakinan, penghargaan, perasaan, kemauan, dan komitmen. Termaksud kesetiaan/dedikasi manajer terhadap lembaga pendidikan, tetap berorientasi kepada tujuan pendidikan, siap menanggung resiko atas  tindakannya demi masa depan pendidikan dan memiliki rasa tanggung jawab serta akuntabilitas yang tinggi.
2.    Memilki mengembangkan pengetahuan termasuk  beberapa  ilmu pendukung pekerjaan manajer. Ilmu dan pengetahuan yang dimaksud ialah ilmu administrasi, psikolog, sosologi, antropologi, ekonomi, dan politik, ditambah beberapa pengetahuan lainnya yang relevan.
3.    Memiliki dan mengembangkan keterampilan dan konsep. Keterampilan dan konsep mencakup dan membuat perencanaan non rutin, membentuk konsep-konsep baru, mengambil keputusan tidak terprogram, menentukan strategi, membuat kebijakan, membuat struktur dan memberi pertimbangan. Keterampilan ini juga mencakup juga kemampuan memandang organisasi sebagai suatu keseluruhan/sistem dalam rangka  menyelesaikan suatu persoalan, kemampuan meningkatkan pertahanan lembaga menyesuaikan dengan perubahan lingkungan, dan mempertahankan diri sebagai agen pembaru dan penerang bagi lingkungannya.
4.    Memiliki dan mengembangkan keterampilan manusiawi. keterampilan ini mencangkup kemampuan mengenal motivasi bawahan. Kemampuan memimpin, membina personalia, menciptakan iklim organisasi yang hangat dan mengkomunikasikan informasi. Termasuk juga di dalamnya kemampuan menggalang persatuan dan kesatuan  dikalangan personalia pendidikan. Meningkatkan kerja sama, gotong royong, tanggung jawab, dan komitmen.
5.    Memiliki dan mengembangkan keterampilan teknik. Yang termasuk keterampilan ini ialah penguasaan terhadap berbagai metode dan pendekatan baik untuk pekerjaan mendidik maupun untuk ketatausahaan, kemampuan, melaksanakan kontrol,kemampuan mengambil umpan balik serta memanfaatkanya, dan kemampuan mengukur serta menilai.n
6.    Memiliki dan mengembangkan seni, yang sangat berguna dalam menerapkan ilmu dalam bekerja. Tidak semua ilmu bisa diterapkan secara tepat dilapangan. Setiap lapangan/tempat bekerja memiliki situasi dan kondisi sendiri-sendiri. Agar ilmu itu dapat diterapakan secara tepat dalam situasi/kondisi di butuhkan seni.
Itulah ciri-ciri atau karaktristik manajer pendidikan yang baik.Karakteristik inilah yang perlu dipelajari dan dikejar oleh setiap manajer.Karena setiap manajer pendidikan belum tentu memiliki ciri-ciri seperti ini, maka perlu dilakukan pengembangan terhadap mereka berupa pendidikan dan latihan.Dengan arah pengembangan tertuju pada keenam butir di atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar