Personalia
ini di tangani oleh para manajer agar aktivitas mereka dapat dipertahankan dan
semakin meningkat. Para manajer akan
membina mereka, berusaha mewujudkan antar hubungan yang baik, menilai dan
mempromosikan mereka, dan berupaya meningkatkan kesejahteraan mereka.[2]
A.
Manfaat
Manajemen Personalia
Manajemen
personalia ialah bagian manajemen yang memperhatikan orang-orang dalam
organisasi yang merupakan salah satu sub sistem manajemen. Perhatian terhadap
orang-orang itu mencakup merekrut, menempatkan, melatih dan mengembangkan, dan
meningkatkan kesejahteraan mereka yang dikatakan sebagai fungsi manajemen
personalia fungsi ini menunjukkan apa yang harus ditangani olen manajer pada
segi personalia.[3]
Sikula menunjukkan tidak hanya hal-hal
diatas itu saja yang harus ditangani oleh manajer melainkan lebih dari itu yang
merupakan ruang lingkup manajemen personalia. Ialah meliputi pembentukan staf
dan penilaian, melatih dan mengembangkan, memberikan kesejahteraan uang dan
layanan, memperhatikan kesejahteraan dan keamanan, memperbaiki antar hubungan,
merencanakan personalia, dan mengadakan penelitian personalia. Jadi yang harus
diperhatikan oleh manajer ialah segala sesuatu yang menyangkut personalia,
mulai dari merencanakan , merekrut, menyeleksi, meneliti untuk perbaikan, dan
sebagainya sampai dengan memberhentikan atau memberi pension kepada para
petugas.
Walaupun
secara konsep dikatakan bahwa personalia pendidikan merupakan kunci
keberhasilan pendidikan, kenyataannya mereka ini kurang mendapat perhatian, kurang
ditangani oleh para manajer. Rapat kerja, seminar, dan diskusi tentang
pendidikan sebagian terbesar hanya membahas kurikulum saja terutama tentang
proses belajar mengajar. Tetapi bagaimana caranya agar proses belajar mengajar
yang dihasilkan oleh seminar itu dapat dilaksanakan oleh guru-guru hampir tidak pernah
diperhatikan. Ini rupanya yang menjadi penyebab kegagalan inovasi dalam proses
belajar mengajar. Oleh sebab itu, para manajer pendidikan memberikan perhatian
kepada personalia yang sama besarnya dengan perhatian kepada kurikulum/teknik
dan juga kepada sub system manajemen yang lain. Dengan perhatian yang besar ini
manajer diharapkan dapat mewujudkan prilaku organisasi pada setiap anggota
organisasi. Suatu prilaku yang tidak mementingkan kebutuhan sendiri, juga
sebaliknya tidak hanya mementingkan kebutuhan organisasi. Melainkan perpaduan dari
keduanya, suatu prilaku yang mementingkan pendidikan tanpa mengorbankan
kepentingan pribadi.
Manajer
akan dapat melakukan tugas ini bila ia melaksanakan peranannya dengan
sebaik-baiknya. Peranan manajer dalam apel personalia ialah memiliki
angan-angan social, sebagai konselor, pendamai, tukang bicara, pemecahan
masalah, agen perubahan, rasio personalia, tugas campuran, dan sebagainya. Memiliki
angan-angan sosial maksudnya ialah manajer berusaha menegakkan prinsip-prinsip kemanusiaan,
memperhatikan moral dan etika bawahannya, membuat bawahannya tertarik akan
tugas, dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Manajer akan bertindak sebagai
konselor terhadap masalah-masalah pribadi, bertindak sebagai pendamai kalu ada
pertengkaran-pertengkaran atar kelompok, dan ia akan berusaha memecahkan
masalah-masalah yang timbul dalam organisasi. Manajer juga bertugas sebagai
pembicara mewakili organisasinya dalam forum-forum tertentu, ia mengkreasikan
perubahan untuk mempertahankan kehidupan dan memajukan organisasi, ia menentukan
rasio personalia, dan beraneka ragam tugas yang kadang-kadang aneh yang jarang
ditemukan pada sub system manajemen yang lain.
Jadi
peranan manajer personalia adalah memajukan organisasi dan sekaligus
memperhatikan dan memajukan prsonalia. Keduanya harus dimajukan bersama. Cukup
sulit memajukan organisasi tanpa memajukan personalia, sebaliknya tidak mungkin
memejukan personalia tanpa memajukan organisasi sebab tidak diizinkan karena
tidak ada dana sebab organisasi macet.
Berikut
ini akan dibahas secara berturut-turut hal-hal yang penting yang perlu
ditangani oleh para manajer pendidikan. Hal-hal tersebut ialah perencanaan
personalia, pengembangan personalia, antar hubungan, penilaian dan promosi,
kesejahteraan dan riset personalia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar