Selasa, 27 Mei 2014

Manajemen Personalia

  Personalia ialah semua anggota organisasi yang bekerja untuk kepentingan organisasi yaitu untuk mencapai tujuan yag sudah di tentukan . personalia organisasi pendidikan mencakup para guru, para pegawai, dan wakil siswa/mahasiswa. Termasuk juga manajer pendidikan yang mungkin dipegang oleh beberapa guru.[1]
Personalia ini di tangani oleh para manajer agar aktivitas mereka dapat dipertahankan dan semakin meningkat. Para manajer  akan membina mereka, berusaha mewujudkan antar hubungan yang baik, menilai dan mempromosikan mereka, dan berupaya meningkatkan kesejahteraan mereka.[2]
A.    Manfaat Manajemen Personalia
Manajemen personalia ialah bagian manajemen yang memperhatikan orang-orang dalam organisasi yang merupakan salah satu sub sistem manajemen. Perhatian terhadap orang-orang itu mencakup merekrut, menempatkan, melatih dan mengembangkan, dan meningkatkan kesejahteraan mereka yang dikatakan sebagai fungsi manajemen personalia fungsi ini menunjukkan apa yang harus ditangani olen manajer pada segi personalia.[3]
Sikula menunjukkan tidak hanya hal-hal diatas itu saja yang harus ditangani oleh manajer melainkan lebih dari itu yang merupakan ruang lingkup manajemen personalia. Ialah meliputi pembentukan staf dan penilaian, melatih dan mengembangkan, memberikan kesejahteraan uang dan layanan, memperhatikan kesejahteraan dan keamanan, memperbaiki antar hubungan, merencanakan personalia, dan mengadakan penelitian personalia. Jadi yang harus diperhatikan oleh manajer ialah segala sesuatu yang menyangkut personalia, mulai dari merencanakan , merekrut, menyeleksi, meneliti untuk perbaikan, dan sebagainya sampai dengan memberhentikan atau memberi pension kepada para petugas. 
Walaupun secara konsep dikatakan bahwa personalia pendidikan merupakan kunci keberhasilan pendidikan, kenyataannya mereka ini kurang mendapat perhatian, kurang ditangani oleh para manajer. Rapat kerja, seminar, dan diskusi tentang pendidikan sebagian terbesar hanya membahas kurikulum saja terutama tentang proses belajar mengajar. Tetapi bagaimana caranya agar proses belajar mengajar yang dihasilkan oleh seminar itu dapat dilaksanakan  oleh guru-guru hampir tidak pernah diperhatikan. Ini rupanya yang menjadi penyebab kegagalan inovasi dalam proses belajar mengajar. Oleh sebab itu, para manajer pendidikan memberikan perhatian kepada personalia yang sama besarnya dengan perhatian kepada kurikulum/teknik dan juga kepada sub system manajemen yang lain. Dengan perhatian yang besar ini manajer diharapkan dapat mewujudkan prilaku organisasi pada setiap anggota organisasi. Suatu prilaku yang tidak mementingkan kebutuhan sendiri, juga sebaliknya tidak hanya mementingkan kebutuhan organisasi. Melainkan perpaduan dari keduanya, suatu prilaku yang mementingkan pendidikan tanpa mengorbankan kepentingan pribadi.
Manajer akan dapat melakukan tugas ini bila ia melaksanakan peranannya dengan sebaik-baiknya. Peranan manajer dalam apel personalia ialah memiliki angan-angan social, sebagai konselor, pendamai, tukang bicara, pemecahan masalah, agen perubahan, rasio personalia, tugas campuran, dan sebagainya. Memiliki angan-angan sosial maksudnya ialah manajer berusaha  menegakkan prinsip-prinsip kemanusiaan, memperhatikan moral dan etika bawahannya, membuat bawahannya tertarik akan tugas, dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Manajer akan bertindak sebagai konselor terhadap masalah-masalah pribadi, bertindak sebagai pendamai kalu ada pertengkaran-pertengkaran atar kelompok, dan ia akan berusaha memecahkan masalah-masalah yang timbul dalam organisasi. Manajer juga bertugas sebagai pembicara mewakili organisasinya dalam forum-forum tertentu, ia mengkreasikan perubahan untuk mempertahankan kehidupan dan memajukan organisasi, ia menentukan rasio personalia, dan beraneka ragam tugas yang kadang-kadang aneh yang jarang ditemukan pada sub system manajemen yang lain.
Jadi peranan manajer personalia adalah memajukan organisasi dan sekaligus memperhatikan dan memajukan prsonalia. Keduanya harus dimajukan bersama. Cukup sulit memajukan organisasi tanpa memajukan personalia, sebaliknya tidak mungkin memejukan personalia tanpa memajukan organisasi sebab tidak diizinkan karena tidak ada dana sebab organisasi macet.
Berikut ini akan dibahas secara berturut-turut hal-hal yang penting yang perlu ditangani oleh para manajer pendidikan. Hal-hal tersebut ialah perencanaan personalia, pengembangan personalia, antar hubungan, penilaian dan promosi, kesejahteraan dan riset personalia.


[1] Made Pidarta, Manajemen Pendidikan Indonesia, (Jakarta:Rineka Cipta,2004), hal 108
[2] Mujamil Qomar, Manajemen Pendidikan Islam ( Jakarta: Erlangga: 2007). Hal, 131
[3] Made Pidarta, Manajemen Pendidikan Indonesia, (Jakarta:Rineka Cipta,2004), Hal 109

Tidak ada komentar:

Posting Komentar