Minggu, 25 Mei 2014

Mutu



    Definisi Mutu
Pada dasarnya mutu memiliki pengertian yang bervariasi. Jika kita telusuri kita akan menemukan pakar mutu atau sering di katakan bapak mutu yaitu Deming, Joseph Juran, dan Philip B Crosby. Ketiga pakar tersebut memiliki pandangan tersendiri mengenai pengertian mutu. Dari pandangan tiga pakar tersebut mutu adalah gambaran dan karekteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan oleh pelanggan. Sallis (1993) mendefinisikan mutu dalam dua prespektif, yaitu mutu absolut dan mutu relatif.
Mutu absolut yaitu mutu yang tidak bisa ditawar lagi yang bersifat mutlak. Absolut juga bisa dikatakan sebagai suatu yang sepihak kondisi yang hanya ditentukan oleh produsen tanpa memikirkan konsumen. Mutu absolut biasanya sudah ditentukan oleh suatu atasan yang lebih tinggi atau boleh dikatakan mutu absolut adalah mutu yang sudah ada aturan dan patokannya. Mutu absolut juga diartikan sebagai mutu terbaik. Sedangkan mutu relatif diartikan sebagai mutu yang ditetapkan oleh selera konsumen. Dengan demikian, suatu barang atau jasa dapat disebut bermutu oleh konsumen tetapi belum tentu belum tentu dikatakan bermutu oleh konsumen lainnya. Mutu relatif biasanya berupa pengembangan dari mutu absolut atau boleh dikatakan mutu relatif sebagai nilai plus dari mutu absolut.
Mutu adalah perasaan menghargai bahwa sesuatu lebih baik daripada yang lain. Perasaan itu berubah sepanjang waktu dan berubah dari generasi ke generasi, serta bervariasi dengan aspek aktivitas manusia.” Definisi lain, “mutu” seperti yang biasa digunakan dalam manajemen berarti lebih dari rata-rata dengan harga yang wajar. Mutu juga berarti memfokuskan pada kemampuan menghasilkan produk dan jasa yang semakin baik dengan harga yang semakin bersaing.

Sejarah Mutu

Pada mulanya mutu produk ditentukan oleh produsen. Pada perkembangan selanjutnya, mutu produk ditentukan oleh pembeli, dan produsen mengetahuinya bahwa produk itu bermutu bagus yang memang dapat dijual, karena produk tersebut dibutuhkan oleh pembeli dan bukan menjual produk yang dapat diproduksi.
Ada beberapa dari pakar mutu yang  merupakan pemegang kunci dalam pengenalan dan pengembangan konsep mutu. Adapun konsep-konsep mereka tentang mutu Prof Juran yang menjelaskan sejarah terbentuknya mutu. Yang mana mutu berasal dari sebuah negara industri yang berkembang dan maji yaitu Jepang
Prof. Juran mengunjungi Jepang pada tahun 1945. Di Jepang Juran membantu pimpinan Jepang di dalam menstrukturisasi industri sehingga mampu mengekspor produk ke pasar dunia. Ia membantu Jepang untuk mempraktekkan konsep mutu dan alat-alat yang dirancang untuk pabrik ke dalam suatu seri konsep yang menjadi dasar bagi suatu “management process” yang terpadu. Juran mendemonstrasikan tiga proses manajerial untuk mengelola keuangan suatu organisasi yang dikenal dengan trilogy Juran yaitu, Finance Planning, Financial control, financial improvement. Adapun rincian trilogy itu sebagai berikut :
·           Quality planning, suatu proses yang mengidentifikasi pelanggan dan proses yang akan menyampaikan produk dan jasa dengan karakteristik yang tepat dan kemudian mentransfer pengetahuan ini ke seluruh kaki tangan perusahaan guna memuaskan pelanggan.
·           Quality control, suatu proses dimana produk benar-benar diperiksa dan dievaluasi, dibandingkan dengan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan para pelanggan. Persoalan yang telah diketahui kemudian dipecahkan, misalnya mesin-mesin rusak segera diperbaiki.
·         Quality improvement, suatu proses dimana mekanisme yang sudah mapan dipertahankan sehingga mutu dapat dicapai berkelanjutan. Hal ini meliputi alokasi sumber-sumber, menugaskan orang-orang untuk menyelesaikan proyek mutu, melatih para karyawan yang terlibat dalam proyek mutu dan pada umumnya menetapkan suatu struktur permanen untuk mengejar mutu dan mempertahankan apa yang telah dicapai sebelumnya.
Uraian tokoh mutu di atas sekedar menggambarkan secara singkat saja. Masih banyak para sarjana di bidang mutu yang tidak sempat ditulis pada kesempatan ini. Yang jelas para sarjana tersebut sependapat bahwa konsep : “pentingnya perbaikan mutu secara terus menerus bagi setiap produk walaupun tehnik yang diajarkan berbeda-beda”. Kini sampailah pada pengertian mutu yang diambil dari America Society for Quality Control yang mengatakan : Quality is the totality of features and characteristics of a product or service that bear on its ability to satisty stated of implied needs (Kotler : 1994).
Definisi di atas berkonotasi kepada pelanggan. Produk bermutu kalau dapat memuaskan para pelanggan yang mengkonsumsi produk tersebut.
Sejarah mutu diatas hanya menjelaskan munculnya mutu tidak munculnya mutu pada pendidikan. Karena pada dasarnya mutu pertama kali muncul pada industri yang kemudian seiring berjalannya waktu diterapkan di dunia pendidikan. Mengingat pendidikan saat ini sangat banyak lembaganya dan sangat bersaing mutunya, untuk mencari konsumen dan menjadi yang terbaik yang mampu memproduksi output yang bersaing pula di pasar dunia kerja.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar