Definisi Mutu
Pada dasarnya
mutu memiliki pengertian yang bervariasi. Jika kita telusuri kita akan
menemukan pakar mutu atau sering di katakan bapak mutu yaitu Deming, Joseph
Juran, dan Philip B Crosby. Ketiga pakar tersebut memiliki pandangan tersendiri
mengenai pengertian mutu. Dari pandangan tiga pakar tersebut mutu adalah
gambaran dan karekteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan
kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan oleh pelanggan. Sallis
(1993) mendefinisikan mutu dalam dua prespektif, yaitu mutu absolut dan mutu
relatif.
Mutu
absolut yaitu mutu yang tidak bisa ditawar lagi yang bersifat mutlak. Absolut
juga bisa dikatakan sebagai suatu yang sepihak kondisi yang hanya ditentukan
oleh produsen tanpa memikirkan konsumen. Mutu absolut biasanya sudah ditentukan
oleh suatu atasan yang lebih tinggi atau boleh dikatakan mutu absolut adalah
mutu yang sudah ada aturan dan patokannya. Mutu absolut juga diartikan sebagai
mutu terbaik. Sedangkan mutu relatif diartikan sebagai mutu yang ditetapkan
oleh selera konsumen. Dengan demikian, suatu barang atau jasa dapat disebut
bermutu oleh konsumen tetapi belum tentu belum tentu dikatakan bermutu oleh
konsumen lainnya. Mutu relatif biasanya berupa pengembangan dari mutu absolut
atau boleh dikatakan mutu relatif sebagai nilai plus dari mutu absolut.
Mutu adalah perasaan menghargai bahwa sesuatu lebih
baik daripada yang lain. Perasaan itu berubah sepanjang waktu dan berubah dari
generasi ke generasi, serta bervariasi dengan aspek aktivitas manusia.” Definisi
lain, “mutu” seperti yang biasa digunakan dalam manajemen berarti lebih dari
rata-rata dengan harga yang wajar. Mutu juga berarti memfokuskan pada kemampuan
menghasilkan produk dan jasa yang semakin baik dengan harga yang semakin
bersaing.
Sejarah Mutu
Pada mulanya mutu produk
ditentukan oleh produsen. Pada perkembangan selanjutnya, mutu produk ditentukan
oleh pembeli, dan produsen mengetahuinya bahwa produk itu bermutu bagus yang
memang dapat dijual, karena produk tersebut dibutuhkan oleh pembeli dan bukan
menjual produk yang dapat diproduksi.
Ada beberapa dari pakar mutu yang merupakan pemegang kunci dalam pengenalan dan
pengembangan konsep mutu. Adapun konsep-konsep mereka tentang mutu Prof Juran yang menjelaskan sejarah
terbentuknya mutu. Yang mana mutu berasal dari sebuah negara industri yang
berkembang dan maji yaitu Jepang
Prof.
Juran mengunjungi Jepang pada tahun 1945. Di Jepang Juran membantu pimpinan
Jepang di dalam menstrukturisasi industri sehingga mampu mengekspor produk ke
pasar dunia. Ia membantu Jepang untuk mempraktekkan konsep mutu dan alat-alat
yang dirancang untuk pabrik ke dalam suatu seri konsep yang menjadi dasar bagi
suatu “management process” yang terpadu. Juran mendemonstrasikan tiga proses
manajerial untuk mengelola keuangan suatu organisasi yang dikenal dengan
trilogy Juran yaitu, Finance
Planning, Financial control, financial improvement. Adapun rincian
trilogy itu sebagai berikut :
·
Quality
planning, suatu proses yang mengidentifikasi pelanggan dan proses yang akan
menyampaikan produk dan jasa dengan karakteristik yang tepat dan kemudian
mentransfer pengetahuan ini ke seluruh kaki tangan perusahaan guna memuaskan
pelanggan.
· Quality
control, suatu proses dimana produk benar-benar diperiksa dan dievaluasi,
dibandingkan dengan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan para pelanggan.
Persoalan yang telah diketahui kemudian dipecahkan, misalnya mesin-mesin rusak
segera diperbaiki.
·
Quality improvement, suatu proses dimana mekanisme yang sudah
mapan dipertahankan sehingga mutu dapat dicapai berkelanjutan. Hal ini meliputi
alokasi sumber-sumber, menugaskan orang-orang untuk menyelesaikan proyek mutu,
melatih para karyawan yang terlibat dalam proyek mutu dan pada umumnya
menetapkan suatu struktur permanen untuk mengejar mutu dan mempertahankan apa
yang telah dicapai sebelumnya.
Uraian tokoh mutu di atas sekedar menggambarkan secara singkat
saja. Masih banyak para sarjana di bidang mutu yang tidak sempat ditulis pada
kesempatan ini. Yang jelas para sarjana tersebut sependapat bahwa konsep :
“pentingnya perbaikan mutu secara terus menerus bagi setiap produk walaupun
tehnik yang diajarkan berbeda-beda”. Kini sampailah pada pengertian mutu yang
diambil dari America Society for Quality Control yang mengatakan : Quality is
the totality of features and characteristics of a product or service that bear
on its ability to satisty stated of implied needs (Kotler : 1994).
Definisi di atas berkonotasi kepada pelanggan. Produk bermutu
kalau dapat memuaskan para pelanggan yang mengkonsumsi produk tersebut.
Sejarah mutu diatas hanya menjelaskan munculnya mutu tidak
munculnya mutu pada pendidikan. Karena pada dasarnya mutu pertama kali muncul
pada industri yang kemudian seiring berjalannya waktu diterapkan di dunia
pendidikan. Mengingat pendidikan saat ini sangat banyak lembaganya dan sangat
bersaing mutunya, untuk mencari konsumen dan menjadi yang terbaik yang mampu
memproduksi output yang bersaing pula di pasar dunia kerja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar