Paradigma Manajemen Pendidikan Islam
Ada
sementara cendekiawan berpendapat bahwa lahirnya ilmu pendidikan islam,
termasuk di dalamnya manajemen pendidikan Islam, yang menjadi konsentrasi atau program study di Perguruan
Tinggi Agama Islam (PTAI), merupakan perwujudan dari sikap mengada-ngada atau
pemaksaaan kehendak dari para intelektual muslim dikalangan PTAI. Kata Islam
yang melekat pada disiplin ilmu tersebut dipandang sebagai adopsi dari disiplin
ilmu yang telah ada sebelumya dan telah mapan, kemudian diberi label “Islam”.
Pendapat tersebut ada benarnya jika
para intelektual muslim di PTAI tidak smpat memberikan landasan dan argumentasi
yang kukuh terhadap eksistensi ilmu agama Islam tersebut. Apalagi persyaratan
disiplin, ilmu agama Islam itu tidak jelas demarkasinyari dari ilmu-ilmu yang
lain, atu lebih ironis lagi hanya sekedar memberi legalitas dan justifikasi
bahwa hal it sudah ada dalam Islam. Namun demikian, jika mereka berusaha
menjelaskannya dengan landasan filosofis yang kukuh dan mampu membedakan secara
tajam antara disiplin ilmu agama Islam dengan Ilmu-ilmu lainnya, seperti antara
manajemen pendidikan Islam yang dikembangkan di PTAI dengan manajemen yang
dikembangkan di Pergururuan Tinggi Umum, maka kesan mengada-ada atau pemaksaan
kehendak tersebut sedikit demi sedikit akan menjadi sirna, atau bahkan disiplin
manajemen pendidikan Islam akan mendapat pengakuan dari ilmuan pada umumnya.
Lagi pula jika hasil-hasil penelitian dan teori-teori yang dibangun oleh ilmuan
tertentu dengan objek kajian dan metodologinya yang jelas dapat dideklerasikan
sebagai disiplin ilmu baru dan memperoleh pengakuan dari ilmuan dapa umumnya,
mengapa hasil-hasil kajian dari ilmuan tidak bisa diterima? Padahal
masing-masing ilmuan memiliki hak untuk membangun suatu disiplin ilmunya yang
baru sepanjang dapat dipertanggungjawabkan secara filosofis dan ilmiyah.
Atas dasar itulah, kajian ini
berusaha untuk menjelaskan adakah manjemen pendidikan islam itu? Diman letak
perbrdaan dan demarkasinya dengan manajemen pendidikan islam pada umumnya,
terutama jika dilihat dari segi paradigma l\keilmuannnya? Kajia ini mencoba
menjawab kedua persoalan tersebut, yang dimaksudkan agar para dosen, mahasiswa,
dan pengelola pendidikan yang ingin menekuni disiplin menajemen pendidikan
Islam tersebut dapat mengembangkan teori-teorinya secara lebih terarah dan
dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiyah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar